NIM
: 15514068
Prodi
: Teknik Kelautan ITB
Mata Kuliah : Bahan Bangunan Laut
Dosen :
Eko Charnius S.T., M.T.
Sumber : http://www.industrikaret.com/proses-pengolahan-karet-mentah.html
Proses
pengolahan karet mentah atau karet alam telah mengalami berbagai pengembangan teknis.
Berikut beberapa tahapan dari proses pengolahan karet mentah tersebut:
Getah pohon karet atau biasa disebut dengan lateks biasanya dipisahkan
dengan kandungan karet di dalamnya dengan cara tertentu yang menghasilkan satu
produk yang biasa disebut dengan koagulan. Koagulan tersebut selanjutnya
diproses menjadi karet alam setengah jadi
dengan melakukan beberapa cara atau tehnik tertentu. Secara tradisional
karet alam telah dibuat menjadi lembaran yang kualitasnya bisa dikategorikan
secara visual atau mudah untuk dibedakan. Selain dalam bentuk lembaran karet
alam juga diperdagangkan dalam bentuk crepes, yang mana dalam bentuk crepes ini
juga mudah untuk dibedakan dalam mutunya hanya dilihat dari penampilannya.
Metode pengolahan menjadi lembaran dan bentuk crepes ini masih banyak
dipergunakan oleh para petani pada saat ini.
Dan sejak pertengahan tahun 1960-an Negara Malaysia telah mengembangkan
proses pengolahan menjadi bentuk karet blok, dan metode untuk penilaian mutu
atau kualitas karet alam ini lebih detail dan lebih bersifat tehnis sehingga
memerlukan alat atau mesin laboratorium untuk mendapatkan hasil yang lebih
detail.
Hingga saat ini pengembangan teknis terus dilanjutkan dan termasuk tehnik pengolahan baru utuk lateks
terus dikembangkan.
Penjelasan singkat dari proses tersebut adalah sebagai berikut:
Karet lembaran
Lateks dari berbagai sumber awalnya dikumpulkan dan dicampur dalam
suatu tangki besar yang disebut dengan
tempat pencampuran. Proses pencampuran
ini penting untuk memastikan keseragaman
dan konsistensi dari karet alam itu nantinya. Setelah itu dilakukan
proses penggumpalan atau biasa disebut dengan proses koagulasi. Proses ini
dipengaruhi atau tergantung oleh penambahan koagulan (bahan penggumpal),
seperti asam format atau asetat. Dalam pabrik pengolahan skala kecil, proses
koagulasi dilakukan di tangki kecil, di mana lateks pertama diencerkan dengan
air kemudian dilakukan pengentalan lateks yang dibagi-bagi dalam penampung
sekitar 4-5 liter per tempat penampungan. Kemudian hasil dalam tiap penampungan
itu dilakukan proses penggilingan untuk menghasilkan lembar karet dengan
ketebalan yang seragam. Selanjutnya lembaran-lembaran karet alam tersebut
dilakukan proses pengeringan dengan cara dijemur atau dilakukan proses
pengasapan dengan kondisi suhu yang diatur perubahannya makin lama makin
tinggi. Pada petani kecil, lembar karet alam sering dikeringkan dengan proses
ventilasi alami dan kemudian dijual ke
pengepul dengan harga yang disepakati oleh para pengepul tersebut. Proses
pembuatan karet lembaran relatif sederhana dan masih umum digunakan pada
perkebunan rakyat dan perkebunan kecil.
Crepes
Karet dalam bentuk crepe diproses baik dari lateks maupun dari hasil mangkuk karet. Metode
tradisional pengolahan karet untuk menghasilkan karet crepe mirip dengan karet
lembaran. Langkah tambahan penting dalam membuat karet crepe adalah penghapusan
pigmen karotenoid kuning dalam lateks. Selain itu, lateks digumpalkan dengan
proses koagulasi yang bertahap yaitu:
- Tahap pertama adalah menghasilkan produk yang stabil
- Tahap kedua biasa disebut dengan fraksi, di proses ini bahan baku kuning diolah menjadi crepe warna pucat di mana crepe memiliki kelas yang relatif rendah
Gumpalan karet alam yang terbentuk
kemudian dicuci dan dimasukkan ke mesin
rol berputar dengan kecepatan yang berbeda dan menghasilkan atau
memproduksi karet alam menjadi crepes tipis. Crepes yang dihasilkan kemudian
dikeringkan baik dalam ruang pengeringan panas atau dikeringkan pada area
terbuka .
Blok Karet
Sejak pertengahan tahun 1960-an, proses baru telah dikembangkan untuk
memproduksi karet alam yang memiliki tingkatan teknis yang bervariasi dari
bahan baku lateks yang direaksikan dengan koagulan atau penggumpal. Produksi
blok karet ini melibatkan mesin yang relatif lebih canggih dan membutuhkan daya
atau tenaga yang lebih besar. Proses produksi blok karet atau flow chart dari
lateks dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:

Urutan proses produksi karet blok adalah sebagai berikut:
Lateks yang dikumpulkan dari beberapa sumber atau lokasi yang berbeda pertama-tama dicampur
dalam suatu tangki besar. Bahan kimia ditambahkan untuk mengatur keseragaman
kekentalan/ viskositas dan warna. Lateks kemudian digumpalkan dengan
menambahkan koagulan (asam format). Gumpalan lateks yang terbentuk kemudian diolah menjadi potongan-potongan
kecil yang teratur dan memiliki kondisi fisik yang sudah diatur atau
diharapkan. Proses pengolahan ini melewati beberapa tahapan dan kondisi
tertentu, seperti proses penghancuran atau
penggilingan hingga menjadi remah-remah melewati mesin hammermill yang
kemudian masuk ke proses penggilingan melalui mesin ekstruder. Dalam beberapa
kasus karet remah-remah tersebut mendapat tambahan minyak yang bersifat tidak menyatu
atau tidak kompatibel di mana hanya berfungsi sebagai pembasah atau wetting
saja. Pada kondisi tersebut akan dilakukan proses pengeringan dengan menggunakan udara panas. Karet kering yang dihasilkan
akhirnya dicampurkan, biasanya dilakukan dengan menggunakan proses tekanan
hidrolik dan kemudian dilakukan
pembungkusan dengan menggunakan plastik
untuk mencegah terjadinya adhesi atau lengketnya antara karet blok di peti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar