Nama :
Edwin Jefry Adolf Hasibuan
NIM
: 15514068
Prodi
: Teknik Kelautan ITB
Mata Kuliah : Bahan Bangunan Laut
Dosen :
Eko Charnius S.T., M.T.
Sumber : https://catwaterproof.wordpress.com/2009/10/30/perlindungan-terhadap-korosi-pada-beton-di-lingkungan-laut/
Sumber : https://catwaterproof.wordpress.com/2009/10/30/perlindungan-terhadap-korosi-pada-beton-di-lingkungan-laut/
Setiap
konstruksi setelah dibangun harus dilakukan evaluasi secara terus menerus untuk
menentukan kinerja bangunan. Ambruknya
suatu infrastruktur, seperti jembatan, jalan layang, dermaga dan lain-lain,
secara tiba-tiba sering kali membawa korban manusia dan kerugian finansial yang
sangat besar. Hal ini merupakan bagian dari tugas pemilik bersama pihak yang
berkepentingan untuk menjamin keselamatan masyarakat umum sebagai pengguna.
Salah satu penyebab kerusakan bangunan
dilingkungan laut adalah korosi pada beton dan tulangan.
Secara umum,
tulangan baja didalam beton tidak akan
terkorosi, karena beton pada umumnya memiliki PH tinggi (sekitar 12.5), Sifat
PH tinggi atau basa / alkali pada beton terjadi saat
semen tercampur dengan air. Karena sifat alkali ini, dipermukaan baja dalam beton terbentuk sebuah lapisan pasif yang menyebabkan baja
terlindung dari pengaruh luar.
Baja baru
bisa terkorosi bila lapisan pasif ini rusak (PH
Beton turun), yang biasanya disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut :
- Karbonasi (carbonation)
Proses
karbonasi terjadi karena adanya interaksi dari karbon dioksida (CO2) di udara
bebas / atmosfer dengan ion hidroksida didalam beton. Hasil dari interaksi tersebut menyebabkan PH beton turun (< 9) dan ini mengakibatkan penurunan
ketahanan dari lapisan pasif di permukaan baja tulangan.
- Klorida (Chlorides)
Ion klorida
mempunyai kemampuan untuk penetrasi kedalam beton dan merusak lapisan pasif dipermukaan baja dan logam.
Ion klorida bisa berasal dari lingkungan eksternal, misalnya air laut atau
proses hyrolysis auto katalisis dari bahan logam itu
sendiri yang menyebabkan baja terkorosi.
- Garam Magnesium (Magnesium
Salts)
Karena pada
laut mengandung 3200 ppm bahan setara
MgCl2, hal ini sudah cukup untuk melemahkan Portland Cement Hydrates dari
serangan ion Mg. Hasil reaksinya akan menyebabkan kehilangan material (material
loss) dan dapat melunakkan beton (soft).
- Serangan Sulfat (sulphate
attack)
Sulfat alami
(natural sulphate) dan bahan polutan
dari dalam tanah atau air laut dapat menyebabkan serangan Sulfat kedalam beton. Ion sulfat dari air laut akan bereaksi dengan
hydrates dari portland cement yang dapat menyebabkan penurunan mutu beton, membuat beton menjadi
lemah / lunak dan rapuh (brittle).
- Serangan Asam oleh Bakteri
Pada bak
tempat penampungan minyak mentah, struktur bawah dari bangunan offshore, pada daerah pantai yang air lautnya diam
dan suhunya cenderung tetap (Oil Well 70-80 °C) atau (45-50 °C) akan berpotensi
menumbuhkan mikroba aktif yang menghasilkan karbon dioksida serta dapat
menurunkan PH air. Hal ini akan berpotensi menyebabkan proses korosi pada struktur beton, baja
maupun bahan logam yang terdapat pada daerah
tersebut.
Pada korosi jenis ini, kerusakan terjadi pada tulangan di dalam beton. Ini disebabkan karena tulangan di dalam beton bereaksi dengan air dan membentuk karat. Karat yang
terbentuk pada tulangan ini mengakibatkan pengembangan volume besi tulangan
tersebut. Pengembangan volume ini kemudian mendesak beton sehingga beton tersebut
retak, terkelupas atau pecah, sehingga daya dukung dan dimensi beton menjadi berkurang.
Lalu dari mana
datangnya air yang kemudian menyebabkan besi tulangan tersebut berkarat?
Air ini
dapat masuk ke dalam beton dan sampai
ke tulangan melalui 2 cara, melalui Air
yang masuk dari luar atau uap air di udara melalui pori-pori beton karena beton tidak kedap air. Hal ini diperparah lagi jika
terdapat banyak retak pada permukaan beton.
Terjadinya korosi pada suatu bangunan dapat
mempengaruhi masa pakai bangunan tersebut,
karena kinerja komponen struktur bangunan menurun.
Guna mencapai umur bangunan sesuai
dengan rencana diperlukan pemeliharaan bangunan dan
perawatan bangunan secara terus menerus.
Sebuah studi
kasus yang dilakukan oleh mahasiswa di Malaysia menyebutkan bahwa ada beberapa
elemen yang menentukan analisa biaya jangka waktu pelayanan / LCCA (Life Cycle
Cost Analysis) untuk perbaikan struktur beton yang
diakibatkan oleh korosi,
diantaranya :
- Initial Cost (biaya awal) –
meliputi biaya yang hanya terjadi sekali diawal, seperti menghilangkan beton yang rusak, persiapan permukaan,
dll.
- Rehabilitasi / biaya
pemeliharaan – merupakan biaya yang dikeluarkan secara berkala dan
berkelanjutan selama bangunan
tersebut masih digunakan, seperti aplikasi ulang coating di permukaan beton, penggantian anoda pada
electroplating, dll
- Biaya kerugian (disposal cost)
– biaya ini adalah kerugian yang harus ditanggung jika ternyata bangunan tersebut tidak dapat
diperbaiki lagi
- Waktu analisis (Analysis
Period) – merupakan waktu yang digunakan untuk mengevaluasi total biaya
yang diperlukan untuk penentuan perbaikan, biasanya 75 sampai 100 tahun
untuk jembatan
- Tingkat penyusutan (discount
rate) – tingkat penyusutan nyata merefleksikan nilai sebenarnya dari uang
terhadap waktu dengan mengabaikan tingkat inflasi. FHWA merekomendasikan
pengunaan discount rate pada kisaran 3 – 5 %
- Tingkat Inflasi – mengukur per bahan harga yang terjadi pada barang
atau jasa dari tahun ke tahun
Korosi pada beton dapat merugikan kita sebagai pengguna struktur bangunan tersebut, selain
memperpendek masa pakai seringkali biaya perawatan atau perbaikannya juga lebih
besar ketimbang nilai bangunan tersebut.
Berikut ini adalah rekomendasi untuk mendapatkan struktur beton yang tahan lama di
lingkungan laut :
- Penggunaan bahan dasar beton (seperti agregat) dan beton berkualitas baik
- Pemberian selubung beton dengan ketebalan tertentu yang
sesuai dengan kondisi lingkungan yang akan dihadapi. Semakin korosif lingkungan, semakin tebal
selimut beton yang dibutuhkan
- Pengontrolan lebar retak yang
boleh terjadi pada beton
bertulang saat dikenakan beban layan (service load). Semakin korosif lingkungan semakin kecil
lebar retak yang boleh terjadi pada beton
- Perlindungan terhadap beton dan tulangan (menghindari korosi)
PRODUK CEMENTAID YANG KAMI REKOMENDASIKAN UNTUK PERLINDUNGAN AWAL MAUPUN
PERBAIKAN STRUKTUR BETON YANG DEKAT DENGAN LINGKUNGAN LAUT :
1. EVERDURE CALTITE
Korosi
disebabkan oleh air yang masuk dari luar atau uap air di udara melalui
pori-pori dikarenakan beton tidak kedap
air. Sebenarnya beton yang tidak waterproof ini merupakan
inti dari permasalahan timbulnya korosi. Tekanan
air yang tinggi juga mempunyai andil dalam mempertinggi tingkat penetrasi air
kedalam beton. Jika beton waterproof maka penetrasi air yang mengandung
klorida, sulphat atau bahan lain dapat
diblokir, sehingga tulangan logam pun aman terlindungi dan tidak mengalami
proses karbonasi.
Pada awal
pembangunan struktur beton kami merekomendasikan untuk mencampurkan produk
EVERDURE CALTITE sebagai bahan anti korosi. EVERDURE CALTITE pada intinya berfungsi sebagai
Integral Waterproofer, produk ini membuat setebal matriks beton kedap air, tidak hanya berupa lapisan. Cara
penggunaannya juga praktis, hanya ditambahkan kedalam adukan beton.
Dosis yang
direkomendasikan adalah 30 Liter / m3 beton yang
dikombinasikan dengan bahan yang dapat meningkatkan karakteristik mutu beton. Lazim digunakan pada
lokasi dengan tekanan air tinggi (> 4 m) atau pada daerah yang mempunyai bahan -bahan pemicu timbulnya korosi dengan tingkat konsentrasi
tinggi.
Bahan ini juga dapat digunakan sebagai bahan campuran beton atau mortar yang digunakan
dalam proses perbaikan.
2. CORRPROOF
Sebagai turunan EVERDURE CALTITE dengan fungsi yang sama kami
merekomendasikan produk CORRPROOF. Produk ini berfungsi sebagai anti korosi dengan prinsip membuat beton kedap air.
Dosis yang direkomendasikan adalah 20 Liter / m3 beton yang dikombinasikan dengan bahan yang dapat meningkatkan
karakteristik mutu beton. Lazim digunakan pada lokasi dengan tekanan air tinggi atau pada daerah
yang mempunyai bahan–bahan pemicu timbulnya korosi dengan tingkat konsentrasi
sedang.
Bahan ini juga dapat digunakan sebagai bahan campuran beton atau mortar yang digunakan
dalam proses perbaikan.
3. RAPIDARD CF
Struktur bangunan di
lingkungan dekat laut atau di lokasi pasang surut relatif membutuhkan waktu
setting beton yang
lebih singkat agar proses perbaikan dapat dilakukan lebih cepat. Untuk memenuhi
kebutuhan tersebut, kami merekomendasikan RAPIDARD CF yang merupakan aditif semen cepat kering.
Formulanya yang Chloride Free aman digunakan untuk struktur beton bertulang. Bahan ini dapat
dikombinasikan dengan bahan korosi seperti
EVERDURE CALTITE dan CORRPROOF tanpa mengurangi kualitas hasilnya.
4. CALCURE B *R
Salah satu penyebab timbulnya korosi adalah penetrasi air yang mengandung klorida atau sulphat kedalam beton, salah satunya melalui
celah atau retak. Seringkali retak banyak timbul dikarenakan pada saat proses
hidrasi, penguapan air terjadi terlalu cepat sehingga berakibat beton menyusut.
Oleh karena itu proses perawatan beton / curing harus dilakukan. Cara-cara konvensional yang dilakukan adalah
dengan penyemprotan, penggenangan / perendaman, ditutup lembaran plastic, dll.
Proses perawatan tersebut membutuhkan perhatian khusus dalam pelaksanaanya
sehingga tidak praktis. Kami CEMENTAID merekomendasikan CALCURE B*R sebagai bahan perawat beton / curing compound yang
membentuk lapisan tipis pada permukaan untuk menghalangi penguapan.
Selain mencegah timbulnya retak pada permukaan beton, aplikasinya juga mudah dan
praktis, hanya dikuas atau disemprot,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar